
Seruya, Bontang – Semangat pembinaan sepak bola usia dini di Kota Bontang semakin membara.
Wakil Wali (Wawali) Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka Turnamen Askot PSSI Bontang Kelompok Usia (KU) 10 dan KU 14 se-Kota Bontang di Stadion Bessai Berinta pada Jumat (21/11/2025).
Acara ini menandai dimulainya kompetisi yang diikuti oleh total 28 tim dan diproyeksikan menjadi panggung bagi calon-calon bintang sepak bola masa depan.
Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, Wakil Wali Kota Agus Haris, didampingi Ketua Askot PSSI Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, memimpin prosesi pembukaan.
Sementara itu dalam sambutannya, Wawali Agus Haris menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang berhalangan hadir, seraya menitipkan pesan inti.
“Menang dan kalah adalah hal yang biasa, namun kebersamaan dan kekompakan adalah yang terpenting,” ujar Wakil Wali Kota, menekankan pentingnya sportivitas di atas hasil akhir.
Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, yang menjadikan olahraga sebagai bagian penting dalam upaya menyehatkan masyarakat.
Pemerintah Kota Bontang memberikan apresiasi tinggi kepada Askot PSSI atas upaya pembinaan berkelanjutan ini, dengan harapan kegiatan ini akan melahirkan pesepak bola handal yang mampu bermain hingga di tingkat nasional.
Sebagai penutup sambutannya, Wakil Wali Kota menitipkan harapan besar agar Askot PSSI Bontang dapat berupaya untuk menggelar pertandingan Liga 3 di Kota Bontang pada tahun depan, sebagai penanda kemajuan sepak bola lokal.
Ketua Askot PSSI Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menjelaskan turnamen yang bergulir selama lima hari (21–25 November 2025) ini merupakan bagian fundamental dari cetak biru pembinaan sepak bola Kota Bontang.
Di mana sebelumnya telah didukung dengan pelatihan wasit dan pelatih berstandar nasional.
“Turnamen ini diharapkan menjadi ajang ‘fun game’ bagi anak-anak KU 10 untuk mempraktikkan ilmu yang diberikan pelatih,” kata Andi Faizal. M
Ia secara khusus meminta orang tua pemain KU 10 untuk menjaga sportivitas dan menghindari keributan di luar lapangan, agar anak-anak dapat menikmati permainan sepenuhnya.
Fokus pembinaan jangka panjang diarahkan pada kelompok usia KU 14. Mengingat Bontang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) pada tahun 2027, kelompok usia ini diproyeksikan menjadi tulang punggung tim Bontang.
“Target Bontang, meskipun tidak menjadi juara umum, minimal cabang olahraga paling bergengsi, sepak bola, kita harus meraih medali emas,” tegas Andi Faizal, menyuntikkan semangat ambisius kepada para pemain muda. (Adv)











