
BONTANG – DPRD Kota Bontang memastikan program pemasangan jaringan gas (jargas) bagi masyarakat berjalan tanpa pungutan biaya. Hal ini ditegaskan Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, setelah menerima laporan adanya dugaan permintaan uang di lapangan.
Ia menjelaskan, pihaknya telah memanggil kontraktor pelaksana untuk melakukan klarifikasi terkait laporan tersebut. Dari hasil pertemuan, persoalan yang muncul di salah satu wilayah disebut bukan pungutan resmi, melainkan kesalahpahaman antara pekerja dan warga.
Menurut Rustam, masyarakat tetap berhak menerima fasilitas jargas secara utuh tanpa biaya, termasuk perlengkapan kompor yang disediakan dalam program tersebut.
“Program ini sepenuhnya gratis untuk warga, mulai dari pemasangan hingga peralatan yang diterima di rumah. Informasi yang sempat beredar itu lebih pada miskomunikasi di lapangan,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia menambahkan, jika ditemukan ada oknum pekerja yang mencoba meminta uang, maka hal tersebut merupakan pelanggaran individu dan tidak mencerminkan kebijakan pemerintah maupun pihak kontraktor.
DPRD, kata dia, telah meminta kontraktor untuk menelusuri dugaan tersebut sekaligus memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.
Selain itu, Rustam memastikan bahwa seluruh rumah tangga yang telah terdata sebagai penerima manfaat tetap akan mendapatkan sambungan jargas sesuai program yang telah ditetapkan.
“Kami pastikan semua warga yang masuk data tetap dilayani. Tidak ada yang dibatalkan hanya karena kejadian ini,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan kontraktor pelaksana, Mulia Munir, menyatakan pihaknya telah mengingatkan seluruh pekerja agar tidak meminta imbalan dalam bentuk apa pun kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, isu nominal uang yang sempat beredar sebenarnya berkaitan dengan pembahasan teknis di lapangan, bukan kewajiban warga dalam program jargas.
“Sudah kami tegaskan ke semua tim, tidak boleh ada permintaan uang kepada warga. Kalau ada pembicaraan soal biaya, itu bukan bagian dari program, melainkan hanya konteks teknis yang kemudian disalahartikan,” jelasnya.
Munir juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan indikasi pungutan liar. Ia menegaskan, warga tidak perlu memberikan uang kepada pekerja, dan jika ingin menunjukkan apresiasi, cukup dalam bentuk sederhana.
“Kalau masyarakat ingin berterima kasih, tidak perlu dalam bentuk uang. Hal-hal kecil seperti menyediakan minum sudah lebih dari cukup,” katanya.(Adv)











