Home Bontang DPRD Bontang Minta Penanganan Banjir Rob Bontang Kuala Jadi Prioritas

DPRD Bontang Minta Penanganan Banjir Rob Bontang Kuala Jadi Prioritas

Banjir Rob di area jalan menuju Bontang Kuala. (dok: koranseruya)
Banjir Rob di area jalan menuju Bontang Kuala. (dok: koranseruya)

BONTANG – DPRD Kota Bontang meminta penanganan banjir rob di kawasan Bontang Kuala menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Pasalnya, fenomena pasang air laut yang kerap terjadi setiap tahun masih menjadi ancaman bagi aktivitas dan kenyamanan masyarakat pesisir.

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan pihaknya terus mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan program serta anggaran yang memadai guna mengurangi dampak banjir rob di kawasan tersebut.

Menurutnya, berbagai usulan pembangunan infrastruktur pendukung telah dibahas bersama pemerintah daerah sebagai langkah jangka panjang dalam melindungi wilayah pesisir dari ancaman genangan air laut.

“Kami di DPRD sangat peduli terhadap persoalan banjir rob. Berbagai program dan usulan terus kami dorong agar penanganannya bisa lebih maksimal,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Ia menilai penanganan banjir rob tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan dan dukungan anggaran yang konsisten. Karena itu, DPRD akan terus mengawal berbagai program yang berkaitan dengan perlindungan kawasan pesisir.

Selain membahas persoalan rob, DPRD juga menerima sejumlah masukan dari masyarakat terkait kondisi lingkungan di Bontang Kuala. Salah satunya mengenai aspek keselamatan jaringan listrik di kawasan permukiman atas laut yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Ketua Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, Halimah, mengingatkan potensi risiko yang dapat muncul ketika cuaca buruk menyebabkan gangguan pada jaringan listrik yang berada di atas perairan.

Tak hanya itu, peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bontang Kuala juga dinilai berdampak pada bertambahnya volume sampah di kawasan tersebut.

“Kami berharap pemerintah dapat menambah armada pengangkut sampah dan memperkuat sistem pengelolaan lingkungan agar kawasan wisata tetap terjaga,” ucapnya.(Adv)