Seruya, Bontang – Malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Bontang Tahun 2025 menjadi penanda komitmen kuat pemerintah daerah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya penyelamatan generasi muda.
Kegiatan kolaboratif antara Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) bersama BNN Kota Bontang ini sukses digelar pada Senin malam (17/11/2025) di Aula Dispopar.
Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang memimpin jajaran tamu kehormatan, termasuk Plt. Kepala Dispopar Dasuki, Kepala BNN Lulyana Ramdhani, dan Kasat Resnarkoba Polres Bontang Rihard Nixon.
Kehadiran perwakilan instansi vertikal, perusahaan, hingga perbankan menunjukkan kolaborasi multipihak yang diapresiasi tinggi oleh Wali Kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan rasa bangga atas kekompakan berbagai elemen dalam upaya pencegahan.
Ia juga memaparkan data optimis, di mana prevalensi penggunaan narkoba di Kota Bontang berada di angka 0,89 persen, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 1,33 persen.
Namun, ia mengingatkan bahwa angka tersebut tidak boleh membuat Bontang lengah. “Narkoba memiliki dampak yang sangat serius. Ia merusak otak, paru-paru, sistem kardiovaskular, hingga menyebabkan adiksi. Pencegahan harus dimulai dari fondasi terkecil, yaitu lingkungan keluarga dan sekolah,” tegasnya.
Wali Kota juga menyoroti korelasi antara penyalahgunaan narkoba dengan kondisi sosial seperti fatherless dan motherless, menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak.
“Peran orang tua aman penting dalam membentuk karakter anak-anak kita,” ucap Neni berpesan.
Menutup sambutannya, Neni menyerukan ajakan masif kepada seluruh hadirin untuk benar-benar mengatakan tidak kepada narkoba.
“Saya mengajak kita semua untuk terus memperkuat kolaborasi dan mengatakan dengan tegas: say no to drugs. Pemuda adalah harapan pembangunan Kota Bontang, dan kita wajib menjaga mereka,” ucapnya bersemangat.
Ia juga memberikan selamat kepada seluruh finalis atas dedikasi mereka dan mengapresiasi panitia yang telah memberikan pembekalan intensif selama dua bulan, mencakup materi public speaking, pembentukan karakter, dan substansi anti narkoba.
Proses pemilihan Duta Anti Narkoba tahun ini berlangsung ketat selama kurang lebih dua bulan.
Dari total 140 peserta yang mendaftar, terpilih 20 finalis putra dan putri yang mewakili kategori SMA, perguruan tinggi, hingga umum.
Rangkaian seleksi meliputi sosialisasi, seleksi berkas, head-to-head challenge, video challenge, pembekalan, hingga program Duta Anti Narkoba Go To School.
Pada malam puncak, proses penjurian yang melibatkan Wali Kota dan Plt. Kepala Dispopar sebagai juri kehormatan, serta Kepala BNN, Kasat Resnarkoba, dan Kabid Pemuda Dispopar sebagai juri inti, menguji kemampuan para finalis.
Setelah melalui tahapan visi-misi 5 besar dan sesi eliminasi tanya jawab 3 besar, terpilihlah agen-agen perubahan baru Kota Bontang.
Selama satu tahun ke depan, 20 finalis terpilih akan mengemban tugas mulia sebagai Duta Anti Narkoba Kota Bontang di bawah SK resmi dari BNN, siap mengedukasi generasi muda, serta berkesempatan melanjutkan perjuangan mereka di tingkat provinsi hingga nasional. (Adv)












