BONTANG – Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, mengingatkan pentingnya menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi baru agar Bontang tidak terus bergantung pada sektor industri pupuk dan gas yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanaman Modal di DPRD Bontang, Senin (15/6/2026). Katanya, keberadaan industri besar yang telah lama beroperasi di Bontang perlu dimanfaatkan sebagai pemicu tumbuhnya sektor usaha baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Ke depan kita harus mulai memikirkan bagaimana ekonomi Bontang tidak hanya bertumpu pada industri yang ada sekarang. Harus ada sektor-sektor baru yang bisa berkembang dan menjadi penyangga ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan industri turunan menjadi salah satu peluang yang layak didorong. Sebab, sejumlah bahan hasil samping industri yang tersedia di Bontang masih memiliki potensi ekonomi untuk diolah menjadi produk bernilai jual.
Salah satu yang disorot adalah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Menurutnya, material tersebut dapat menjadi bahan baku berbagai produk industri apabila didukung investasi dan teknologi yang memadai.
“Kita punya potensi bahan baku yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi usaha baru. Tinggal bagaimana peluang itu ditawarkan dan didukung dengan baik,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu juga menyoroti pentingnya promosi investasi yang lebih terarah. Menurutnya, investor akan lebih tertarik masuk apabila pemerintah daerah mampu menunjukkan potensi usaha yang jelas beserta ketersediaan bahan bakunya.
Selain itu, ia menekankan perlunya kepastian pasokan bahan baku dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah sebagai faktor penting dalam menarik minat penanam modal.
“Kalau potensi yang kita miliki bisa dikemas dengan baik dan ditawarkan kepada investor, saya yakin akan muncul industri-industri baru yang bisa memperkuat ekonomi Bontang,” pungkasnya.(Adv)












