Home Samarinda Transformasi Pertanian Kaltim, Reza : Energi Baru dari Petani Milenial

Transformasi Pertanian Kaltim, Reza : Energi Baru dari Petani Milenial

Akhmed Reza Fachlevi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim.(dok: koranseruya)
Akhmed Reza Fachlevi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim.(dok: koranseruya)

KALTIMKORANSERUYA – Lanskap pertanian di Kalimantan Timur kini tengah bergeser. Bukan lagi semata milik para petani berpengalaman yang sudah puluhan tahun berkutat di ladang, namun mulai dihuni semangat baru para petani milenial.

Akhmed Reza Fachlevi,Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, melihat gelombang generasi muda yang mulai menaruh perhatian pada pertanian sebagai peluang strategis.

Menurutnya, potensi besar terletak pada kemampuan mereka mengadopsi teknologi dan mengubah wajah pertanian tradisional menjadi industri berbasis inovasi.

“Anak-anak muda sekarang bukan cuma pandai memanfaatkan media sosial, tapi juga bisa membawa kecanggihan itu ke kebun dan sawah,” kata Reza Jumat (2/5/25).

Lebih dari 50 ribu petani muda tersebar di wilayah Kaltim, terutama di Kutai Kartanegara, Paser, dan Berau. Reza menyebut jumlah ini sebagai kekuatan tersembunyi yang perlu dikonsolidasikan dan diberi ruang tumbuh. Bukan hanya dalam budidaya, tapi juga dalam pengembangan bisnis dan distribusi.

Menurut Reza, petani milenial bukan sekadar pengguna cangkul dan pupuk, tapi calon pebisnis yang berpikir soal branding, akses pasar digital, dan efisiensi produksi lewat data.

“Kita dorong mereka untuk memahami agribisnis dari hulu sampai hilir. Jadi bukan hanya menanam, tapi juga mengolah, menjual, bahkan mengekspor,” ucapnya.

Sebagai pengurus pusat Pemuda Tani Indonesia, Reza mendorong lahirnya ekosistem pertanian yang melibatkan teknologi tinggi seperti Internet of Things (IoT), sistem irigasi pintar, dan sensor tanah digital.

“Tanah dan teknologi bisa jadi kombinasi yang luar biasa kalau digarap dengan visi,” tuturnya.

Ia berharap ke depan akan muncul lebih banyak komunitas muda yang tak hanya bertani untuk bertahan hidup, tapi menjadikan pertanian sebagai profesi prestisius yang menjanjikan masa depan cerah.

“Kita ingin petani muda menjadi kebanggaan, bukan pelarian. Mereka bisa jadi motor utama ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” tutupnya.

RF (ADV DPRD KALTIM)