Home Samarinda Yonavia: Pendidikan Digital Perlu Perlindungan Siber dan Literasi, Bukan Sekadar Perangkat

Yonavia: Pendidikan Digital Perlu Perlindungan Siber dan Literasi, Bukan Sekadar Perangkat

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Yonavia.(Dok: koranseruya)
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Yonavia.(Dok: koranseruya)

KALTIMKORANSERUYA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Yonavia, menyoroti pentingnya pendekatan menyeluruh dalam digitalisasi pendidikan, terutama dalam aspek literasi digital dan keamanan siber.

Ia menegaskan bahwa percepatan transformasi teknologi di sektor pendidikan tidak boleh hanya fokus pada ketersediaan perangkat dan internet.

“Digitalisasi pendidikan harus berjalan beriringan dengan pemahaman yang kuat tentang keamanan jaringan. Tanpa penguatan sisi literasi dan keamanan, lembaga pendidikan kita hanya akan menjadi sasaran empuk serangan siber,” ujar politisi dari PDI Perjuangan itu, Sabtu (10/5/25).

Menurutnya, masih banyak lembaga pendidikan di daerah yang belum memiliki kesadaran memadai terkait keamanan digital. Ketersediaan perangkat belum dibarengi dengan pemanfaatan yang aman, sehingga membuka potensi risiko kebocoran data hingga gangguan operasional.

Yonavia menekankan bahwa yang dipertaruhkan bukan hanya data siswa atau nilai akademik, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Oleh karena itu, pendekatan terhadap pendidikan digital harus melibatkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Pendidikan digital bukan tren sesaat. Ini bagian dari masa depan bangsa. Dan untuk itu, kita butuh sistem yang kokoh dan tangguh, bukan yang asal ada,” tegasnya.

Ia juga menyerukan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, penguatan infrastruktur digital yang aman, serta pembentukan regulasi yang melindungi hak privasi pengguna di lingkungan pendidikan.

Yonavia berharap Kalimantan Timur dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak dan tahan terhadap risiko di dunia maya.

(RF | ADV DPRD KALTIM)