
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) mulai mempersiapkan asistensi Evaluasi Hasil Capaian Pelaksanaan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Semester I Tahun 2026 sebagai dasar penyusunan APBD Perubahan 2026.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Asistensi Evaluasi Hasil Capaian Pelaksanaan Renja PD Semester I Tahun 2026 yang digelar pada Senin 6 Juli 2026.
Kepala Bapperida Syahruddin, melalui JF Perencana Ahli Muda Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bapperida, Wijdani Anindya Hadi, menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar agenda administrasi, melainkan instrumen untuk memastikan pelaksanaan program benar-benar berjalan sesuai target.
“Asistensi ini bukan hanya forum untuk memeriksa data. Ini menjadi ruang pembinaan bagi perangkat daerah agar dapat melihat secara objektif capaian, kendala, serta efektivitas pelaksanaan program sampai Semester I Tahun 2026,” ujar Wijdani memimpin rapat.
Menurutnya, evaluasi Semester I menjadi pijakan penting dalam penyusunan APBD Perubahan 2026 di tengah dinamika kondisi fiskal daerah yang diproyeksikan mengalami penyesuaian.
Ia menyebut, setiap perangkat daerah harus mampu menunjukkan progres pelaksanaan program beserta capaian kinerjanya. Program yang tidak berjalan atau mengalami hambatan serius akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam penyesuaian anggaran.
“Setiap program, kegiatan, dan subkegiatan tidak cukup hanya tercantum dalam dokumen. Harus ada progres yang jelas, anggaran harus memiliki dasar kinerja, dan apabila terdapat kendala harus dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.
Bapperida juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mempersiapkan diri sejak awal sehingga proses asistensi dapat berjalan lebih efektif.
Evaluasi Semester I, lanjut Wijdani, akan menjadi salah satu dasar utama dalam pembahasan perubahan anggaran tahun berjalan.
Selain mengevaluasi capaian program, Bapperida menekankan pentingnya penyelarasan antara dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan dokumen penganggaran agar proses evaluasi berlangsung lebih objektif dan menghasilkan rekomendasi yang tepat.
Dalam pelaksanaan asistensi nanti, Bapperida akan menggunakan data dari aplikasi SMART sebagai sumber utama evaluasi.
Aplikasi itu, dinilai lebih mampu mendukung kebutuhan analisis capaian program dibandingkan sistem lainnya.
“Data SMART akan menjadi rujukan utama dalam asistensi karena lebih mendukung kebutuhan analisis perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah. Kami juga telah menyiapkan akun bagi para koordinator agar proses pemantauan dan evaluasi berjalan lebih tertib,” jelasnya. (Adv)






![DKUKMP Bontang Hadiri Rakor Validasi Data Pekerja Rentan untuk Program BPJS Ketenagakerjaan Rakor Validasi Data Pekerja Rentan untuk Program BPJS Ketenagakerjaan (foto:dkumpp]](https://kaltim.koranseruya.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-18-at-9.32.40-AM-238x178.jpeg)





