BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam menilai kontribusi dividen dari sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) di Bontang masih belum maksimal. Evaluasi terhadap pendapatan dividen tersebut diperkirakan baru akan terlihat lebih jelas pada pertengahan tahun ini.
Rustam mengatakan, pembahasan mengenai capaian dividen BUMD kemungkinan baru dapat dilakukan secara menyeluruh sekitar Juli 2026, setelah seluruh data prognosis keuangan masuk pada Juni mendatang.
“Kalau untuk gambaran lengkapnya kemungkinan nanti setelah prognosis bulan Juni keluar. Baru bisa terlihat semuanya,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Politisi Golkar ini juga menjelaskan, sejumlah BUMD seperti Perumda Air Minum (PDAM), Bank Perkreditan Rakyat, hingga perusahaan daerah lainnya saat ini masih berfokus pada penguatan internal dan operasional usaha masing-masing.
Menurutnya, untuk perusahaan daerah seperti AUJ, kontribusi yang terlihat saat ini masih berasal dari PT Laut Bontang Bersinar (LBB), terutama pendapatan sewa pelabuhan dan layanan terkait lainnya.
“Kalau dari AUJ sendiri sepertinya masih lebih banyak untuk menghidupi operasional mereka. Yang sudah terlihat menyumbang itu dari sektor LBB, seperti sewa pelabuhan,” katanya.
Sementara itu, ia juga berharap Perumda Air Minum Bontang dapat mulai memberikan kontribusi lebih baik ke depan setelah adanya penyesuaian tarif air beberapa waktu lalu.
Meski demikian, ia menilai prioritas utama PDAM saat ini adalah membenahi infrastruktur pelayanan terlebih dahulu, termasuk perbaikan jaringan perpipaan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Biarkan mereka membenahi rumah tangganya dulu kan ibaratnya seperti itu. Yang penting pelayanan dan jaringan perpipaannya diperbaiki supaya lebih baik,” tutupnya.(Adv)












