BONTANG – Sekitar 7 kilometer median Jalan Soekarno-Hatta di Bontang dicat ulang secara gotong royong. Pekerjaan ini melibatkan jajaran pemerintah kota bersama masyarakat dan dilakukan tanpa menggunakan anggaran APBD.
Pengecatan dilakukan serentak dengan pembagian ruas sekitar 200 meter untuk masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Di Segmen 4, kawasan Pipa 2 Bukit Mattiro, menjadi bagian Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang yang turun tangan.
Sebanyak 41 pegawai dan personel UPT DKUMPP mulai melakukan pengecetan sejak pukul 07.00 WITA, Jumat 11 September 2026.
Kepala DKUMPP Bontang Eko Arisandi mengatakan, pengecatan median bukan cuma soal mempercantik jalan.
Warna median yang lebih jelas juga membantu pengendara melihat pembatas jalan, terutama saat malam.
“Selain membuat wajah kota tampak lebih rapi, bersih, dan indah, pembatas jalan yang tercat dengan jelas akan sangat membantu visibilitas pengendara, terutama pada malam hari,” ucap Eko.
Sebelum dicat, bagian median lebih dulu dibersihkan dari debu dan tanah. Setelah itu barulah lapisan cat baru diaplikasikan.
Dikerjakan Bareng-Bareng
Pengecatan ini melibatkan lebih banyak unsur di luar pemerintah. Ketua RT, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga Dinas Perhubungan ikut turun dalam pekerjaan tersebut.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pola gotong royong dipilih di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan.
Kata Neni, kondisi ini tidak lantas membuat penataan kota berhenti. Pemkot membagi pekerjaan kepada OPD agar pengecatan bisa dilakukan bersama-sama.
“Kurang lebih 200 meter untuk masing-masing OPD,” ujarnya.
Dengan pembagian tersebut, median sepanjang sekitar 7 kilometer ditargetkan selesai dicat dalam satu hari secara serentak.
Kata Neni, pengecatan median ini juga menjadi bagian dari pemeliharaan lingkungan kota, sekaligus upaya menjaga kebersihan dan penataan kota yang selama ini menjadi bagian dari penilaian lingkungan. (Adv)












