Home Samarinda Sapto Setyo Pramono: Penguasaan Bahasa Asing Kunci Generasi Muda Kaltim Hadapi Persaingan...

Sapto Setyo Pramono: Penguasaan Bahasa Asing Kunci Generasi Muda Kaltim Hadapi Persaingan Global

Wakil Ketua Komisi ll DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setya Pramono. (Dok: koranseruya)
Wakil Ketua Komisi ll DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setya Pramono. (Dok: koranseruya)

KALTIMKORANSERUYA – Kemampuan berbahasa asing dinilai menjadi bekal utama bagi generasi muda dalam menghadapi kompetisi global. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pemuda melalui penguatan literasi dan penguasaan bahasa internasional.

“Ketika kita bicara tentang kompetisi global, kemampuan teknis saja tidak cukup. Bahasa adalah jembatan utama untuk bisa terhubung dengan dunia luar,” ujar Sapto, Sabtu (10/5/2025).

Ia menyoroti bahwa Kaltim memiliki potensi besar untuk mencetak generasi berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional, namun potensi itu bisa terhambat jika penguasaan bahasa asing tidak diperhatikan secara serius. Bahasa Inggris dan Mandarin disebutnya bukan lagi sekadar keunggulan tambahan, melainkan kebutuhan dasar dalam dunia kerja global.

Sapto juga mendorong pemerintah daerah dan institusi pendidikan untuk menyediakan akses pembelajaran bahasa asing secara merata di seluruh wilayah Kaltim.

Menurutnya, keterbatasan dalam komunikasi lintas negara menjadi hambatan utama bagi banyak pemuda dalam meraih peluang kerja dan pendidikan internasional.

“Pengetahuan kita cukup kuat, tapi komunikasi lintas negara sering mandek karena masalah bahasa. Ini yang harus segera kita atasi,” tuturnya.

Lebih jauh, Sapto menyoroti masih rendahnya minat baca dan budaya belajar di kalangan generasi muda.

Ia menilai kecenderungan untuk mengejar hasil instan tanpa proses belajar yang mendalam menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk SDM yang tangguh.

“Kita harus jujur, literasi kita masih perlu banyak perbaikan. Banyak yang belum sadar bahwa belajar adalah proses berkelanjutan, bukan sekadar mengejar hasil cepat,” tegasnya.

Ia pun berharap agar anak muda di Kaltim tak hanya mengandalkan potensi lokal, tetapi juga membekali diri dengan kecakapan global agar mampu mengambil peran penting dalam pembangunan nasional dan internasional.

(RF | ADV DPRD KALTIM)