Home Samarinda Salehuddin Apresiasi Pelaksanaan PSU Kukar yang Kondusif dan Demokratis

Salehuddin Apresiasi Pelaksanaan PSU Kukar yang Kondusif dan Demokratis

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin (Dok: koranseruya)

KALTIMKORANSERUYA– Anggota DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang digelar pada Sabtu, 19 April 2025.

Menurutnya, jalannya PSU berlangsung dengan aman, tertib, dan mencerminkan semangat demokrasi yang matang di tengah masyarakat.

“Secara keseluruhan pelaksanaannya lancar, walaupun sempat ada kendala teknis seperti relokasi Tempat Pemungutan Suara akibat banjir. Tapi itu tidak menghambat jalannya proses secara signifikan,” ujarnya, Rabu (23/4)

Ia menilai penyelenggaraan PSU di Kukar layak dijadikan contoh, sebab meski digelar serentak di 20 kecamatan, tidak terjadi gangguan besar yang mencederai jalannya demokrasi. Ketertiban dan kedewasaan politik masyarakat dinilai cukup tinggi.

Namun demikian, Salehuddin menyoroti pentingnya partisipasi pemilih sebagai tolok ukur keberhasilan PSU. Ia berharap antusiasme warga tetap tinggi meskipun harus kembali ke TPS untuk memilih ulang, bahkan di tengah cuaca yang tidak bersahabat.

“Data pastinya memang belum kami peroleh, tapi besar harapan kami warga tetap semangat menggunakan hak pilihnya. Ini adalah momen penting yang menentukan arah pembangunan Kukar ke depan,” tuturnya.

Kukar sendiri memiliki posisi strategis dalam konteks pembangunan Kalimantan Timur, terutama sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, kualitas proses demokrasi di wilayah ini dinilai sangat krusial.

Menanggapi hasil quick count sementara yang menunjukkan keunggulan pasangan Aulia–Rendi, Salehuddin mengingatkan agar masyarakat tetap menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia mengajak semua pihak untuk menerima hasil apapun dengan sikap dewasa dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

“Yang utama sekarang adalah menjaga suasana tetap damai. Demokrasi itu bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tapi tentang bagaimana kita bersama-sama membangun daerah ini ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

RF (ADV DPRD KALTIM)