KALTIMKORANSERUYA – Meskipun Kalimantan Timur memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah, sektor pariwisatanya dinilai belum berkembang secara optimal. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras, menyebut kurangnya daya saing destinasi sebagai salah satu penyebab utama lambatnya pertumbuhan sektor ini.
“Kita punya alam yang indah dan budaya yang unik, tapi belum mampu bersaing karena belum ada perencanaan terpadu yang mengangkat potensi lokal menjadi unggulan,” ujar Aras saat ditemui pada Selasa (6/5/25).
Ia menilai, upaya pengembangan pariwisata di Kaltim selama ini masih terfragmentasi dan belum didukung oleh strategi promosi yang terarah. Akibatnya, banyak destinasi yang berpotensi besar justru belum dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Aras, salah satu hal yang mendesak dilakukan adalah membangun identitas khas tiap destinasi.
“Tidak cukup hanya menjual pemandangan. Tiap daerah harus punya narasi unik yang membuat wisatawan tertarik datang dan kembali lagi,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya mengikuti tren wisata global yang terus berubah. Salah satu jenis wisata yang berkembang saat ini adalah wisata berbasis petualangan dan pengalaman. Kaltim, menurutnya, memiliki modal besar untuk merespons tren tersebut dengan mengemas keindahan alamnya dalam bentuk wisata aktif dan eksploratif.
“Wisata petualangan, seperti trekking, arung jeram, atau jelajah hutan tropis bisa dikembangkan. Ini cocok dengan karakter geografis kita,” jelasnya.
Lebih jauh, Aras juga menekankan bahwa kualitas pelayanan menjadi faktor kunci dalam menarik minat wisatawan. Ia menilai masih banyak destinasi di Kaltim yang belum memiliki fasilitas memadai dan tenaga layanan yang profesional.
“Kalau pelayanannya buruk, wisatawan tidak akan kembali. Kita harus benahi sumber daya manusianya, termasuk pelatihan untuk pemandu wisata dan pengelola tempat wisata,” tambahnya.
Dalam pandangannya, kolaborasi lintas sektor merupakan syarat mutlak untuk menggerakkan sektor ini. Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal harus duduk bersama menyusun peta jalan pengembangan pariwisata yang jelas dan realistis.
“Kunci keberhasilan ada pada kerja sama. Pemerintah harus hadir sebagai fasilitator, bukan sekadar regulator,” tegas Aras.
Ia berharap, dengan langkah konkret dan sinergis, Kalimantan Timur bisa keluar dari bayang-bayang potensi semata dan menjelma menjadi tujuan wisata utama yang tak hanya mendatangkan wisatawan, tapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
RF (ADV DPRD KALTIM)












