Home Bontang Komisi A DPRD Bontang Soroti 428 Kursi Kosong SPMB dan Dampaknya bagi...

Komisi A DPRD Bontang Soroti 428 Kursi Kosong SPMB dan Dampaknya bagi Guru

Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (dok: koranseruya)
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (dok: koranseruya)

BONTANG – Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal menyoroti masih adanya ratusan kursi kosong dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di Kota Bontang.

Menurut Saeful, meski Dinas Pendidikan menyebut jumlah angkatan siswa yang masuk sekolah tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, kondisi tersebut tetap harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Angka 428 kursi kosong ini tetap harus diupayakan turun sebanyak-banyaknya. Bahkan syukur kalau seluruh anak yang punya hak mengikuti pendidikan semuanya bisa terserap,” ucapnya, Selasa (26/5/2026).

Ia menilai keberadaan kursi kosong di sekolah menjadi ironi ketika masih ada anak usia sekolah yang belum terdaftar.

“Kalau ada anak yang tidak terserap padahal kursinya masih kosong, itu tentu harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Saeful mengatakan, data terkait jumlah anak usia sekolah seharusnya mengacu pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan data tersebut, pemerintah dapat memetakan kebutuhan dan kuota penerimaan secara lebih akurat.

“Itu harus direfer kepada data yang dikeluarkan BPS. Anak-anak yang sudah waktunya masuk sekolah jumlahnya berapa, itu yang harus jadi pegangan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung dampak jangka panjang jika jumlah peserta didik terus menurun. Menurutnya, kondisi tersebut bisa memengaruhi jam mengajar guru di sekolah.

“Kalau jumlah siswa tidak sesuai kuota tentu nantinya berdampak pada jam mengajar guru,” ungkapnya.

Karena itu, Saeful meminta Disdikbud melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan SPMB, termasuk durasi pendaftaran yang tahun ini lebih singkat dibanding tahun sebelumnya.

“Semua pasti akan dievaluasi. Tujuannya tentu untuk memperbaiki sistem penerimaan murid baru dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkasnya.(Adv)