Home Bontang DPRD Bontang Apresiasi Perpanjangan SPMB, Minta Sosialisasi Lebih Masif

DPRD Bontang Apresiasi Perpanjangan SPMB, Minta Sosialisasi Lebih Masif

Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (dok: koranseruya)
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (dok: koranseruya)

BONTANG – Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal mengapresiasi kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang yang memperpanjang masa penerimaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.

Menurutnya, langkah melonggarkan batas penerimaan menjadi kebijakan positif demi memberi kesempatan lebih luas kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan.

“Ini hal yang positif dan saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap kebijakan tersebut. Prinsipnya kan kewajiban kita mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanah pembukaan undang-undang,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Saeful mengatakan, kebijakan perpanjangan pendaftaran diharapkan mampu menekan jumlah kursi kosong yang saat ini masih tersisa ratusan. Ia berharap seluruh siswa usia sekolah bisa tertampung.

“Karena realitasnya penerimaan belum maksimal, maka diberi kelonggaran supaya ada harapan bertambah. Syukur-syukur angka kursi kosong itu bisa nol, semuanya tertampung,” katanya.

Selain itu, ia meminta Disdikbud memperkuat sosialisasi SPMB melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial, pemerintah kelurahan, RT hingga media massa agar informasi penerimaan dapat menjangkau seluruh masyarakat.

“Sosialisasi harus lebih masif dengan seluruh instrumen yang dimiliki. Saya juga berterima kasih kepada media massa karena informasi penerimaan ini bisa sampai ke masyarakat,” ungkapnya.

Pokitisi PKS ini juga mengingatkan para orang tua agar lebih proaktif mencari informasi dan segera mendaftarkan anaknya ke sekolah. Menurut dia, pendidikan menjadi kepentingan penting bagi masa depan anak.

“Orang tua harus proaktif karena ini menyangkut masa depan anak agar mendapatkan pendidikan yang layak dan cukup,” tambahnya.

Terkait waktu pelaksanaan SPMB yang tahun ini hanya berlangsung sekitar satu pekan, Saeful menilai hal tersebut juga perlu dievaluasi. Ia menyebut Disdikbud harus membuka ruang terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun DPRD.

“Disdik pasti punya sistem evaluasi. Tapi tidak ada salahnya menerima masukan dari DPRD, media, tokoh masyarakat dan seluruh elemen demi perbaikan sistem pendidikan ke depan,” tuturnya.(Adv)