KALTIMKORANSERUYA — Anggota DPRD Kalimantan Timur, Fuad Fakhruddin, menyoroti masih banyaknya wilayah di Kota Samarinda yang belum merasakan pemerataan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, di tengah geliat pembangunan besar di pusat kota, sejumlah kawasan seperti Sambutan, Jelawat, dan Loa Bakung justru terkesan tertinggal.
Ia mengungkapkan, salah satu persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat adalah kondisi jalan lingkungan yang rusak berat dan tak kunjung diperbaiki. Sejumlah titik bahkan mengalami kerusakan selama bertahun-tahun tanpa tindakan berarti dari pemerintah.
“Walaupun ada pembangunan besar-besaran di Samarinda, banyak warga yang merasa wilayah mereka belum tersentuh perbaikan yang signifikan,” kata Fuad, Kamis (8/5/2025).
Selain kerusakan jalan, buruknya sistem drainase juga menjadi masalah krusial. Fuad menyebut banyak saluran air yang sudah tidak berfungsi optimal, bahkan menyebabkan penyumbatan dan genangan air saat musim hujan.
Tak kalah penting, ia juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (LPJU) di sejumlah lingkungan padat penduduk. Fuad menilai kondisi ini berdampak langsung pada rasa aman warga, terutama di malam hari.
“Banyak warga yang merasa tidak aman karena kurangnya penerangan jalan, khususnya di gang-gang dan kawasan permukiman,” ujarnya.
Fuad mendorong pemerintah kota untuk segera mengambil langkah konkret dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan merata, tak hanya terpusat di kawasan strategis.
Ia menekankan bahwa kesetaraan akses terhadap infrastruktur dasar merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang adil dan berkelanjutan.
“Pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas. Semua warga berhak atas lingkungan yang layak, aman, dan mendukung aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
RF (ADV DPRD KALTIM)












