Home Bontang DPRD Bontang Soroti Potensi Defisit dan Dampaknya pada Layanan Kesehatan

DPRD Bontang Soroti Potensi Defisit dan Dampaknya pada Layanan Kesehatan

Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf. (dok: koranseruya)
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf. (dok: koranseruya)

BONTANG – Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf, menyoroti potensi kekurangan anggaran daerah yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 miliar hingga akhir tahun. Kondisi tersebut dinilai akan berdampak pada berbagai sektor, termasuk pembiayaan layanan kesehatan.

Ia menjelaskan, tekanan fiskal daerah dipicu oleh berkurangnya dana bagi hasil serta adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang mulai melimpahkan sejumlah pembiayaan ke daerah.

“Kalau kita lihat kondisi sekarang, sampai akhir tahun ada potensi kekurangan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Ini juga karena beberapa beban dari pusat mulai dialihkan ke daerah,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, situasi ini berpotensi memengaruhi pembiayaan program kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan layanan berbasis BPJS.

“Dengan kondisi fiskal yang seperti ini, tentu akan ada penyesuaian, terutama di sektor pembiayaan kesehatan. Ini yang harus diantisipasi bersama,” katanya.

Politisi PKB ini menilai rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB), perlu menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi kondisi tersebut, baik dari sisi efisiensi maupun peningkatan kinerja layanan.

“Kami ingin melihat kesiapan dari pihak rumah sakit dalam menghadapi situasi ini, termasuk langkah-langkah yang akan diambil agar pelayanan tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang lebih memilih rumah sakit dengan pelayanan cepat tanpa banyak mempertimbangkan skema pembayaran di awal.

“Biasanya masyarakat itu memilih yang cepat ditangani. Soal administrasi seperti BPJS atau pembayaran, itu belakangan. Ini yang menjadi keunggulan beberapa rumah sakit,” tutupnya.(Adv)