BONTANG – Peristiwa longsor yang kembali terjadi di RT 1, Kelurahan Kanaan, menjadi perhatian DPRD Bontang. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga membutuhkan langkah penanganan yang lebih komprehensif.
Sekretaris Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padang, mengatakan pemerintah daerah perlu memastikan program mitigasi bencana berjalan optimal dan didukung anggaran yang memadai. Menurutnya, upaya tanggap darurat memang penting, namun harus dibarengi dengan langkah pencegahan yang mampu menekan risiko bencana dalam jangka panjang.
Ia menyampaikan, kejadian yang berulang di lokasi yang sama menjadi indikator bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya tertangani. Karena itu, pemerintah diharapkan dapat memetakan kebutuhan penanganan lanjutan sekaligus menyiapkan solusi yang lebih permanen bagi warga terdampak.
“Perlu ada penjelasan yang jelas mengenai langkah lanjutan yang akan dilakukan pemerintah, termasuk dukungan anggaran yang disiapkan untuk mengurangi risiko bencana di kawasan tersebut. Jangan sampai penanganan hanya bersifat sementara sementara ancaman longsor masih terus ada,” ujarnya saat rapat paripurna penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2025, Senin (15/6/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu menilai persoalan longsor di Kanaan layak menjadi salah satu bahan evaluasi dalam pembahasan pembangunan daerah. DPRD, kata dia, akan mencermati sejauh mana program mitigasi bencana mendapat perhatian dalam perencanaan anggaran ke depan.
Joni juga menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana membutuhkan kepastian bahwa pemerintah hadir memberikan perlindungan melalui program yang nyata.
“Kami ingin melihat adanya langkah konkret yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Yang terpenting saat ini bukan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan memastikan risiko yang sama tidak kembali mengancam warga,” katanya.
Ia menambahkan, tanpa penguatan mitigasi dan infrastruktur pendukung, potensi longsor masih dapat terjadi kembali ketika intensitas hujan meningkat. Oleh sebab itu, pemerintah didorong untuk mempercepat upaya pencegahan agar warga merasa lebih aman saat menghadapi musim hujan.
“Mitigasi harus ditempatkan sebagai kebutuhan mendesak. Dengan langkah yang tepat dan berkelanjutan, risiko bencana bisa ditekan dan masyarakat memperoleh rasa aman yang lebih baik,” pungkasnya.(Adv)







