Home Bontang DPRD Soroti Keterlibatan Pelajar dalam Peredaran Narkoba, Minta Pengawasan Orang Tua Diperketat

DPRD Soroti Keterlibatan Pelajar dalam Peredaran Narkoba, Minta Pengawasan Orang Tua Diperketat

Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf. (dok: koranseruya)
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf. (dok: koranseruya)

BONTANG – Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf, menyoroti kasus pelajar SMK yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika.

Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi juga harus menyasar jaringan pemasok dan pengedar yang melibatkan anak-anak sebagai kurir.

Menurut Yusuf, aparat penegak hukum perlu menelusuri pihak yang merekrut pelajar untuk terlibat dalam peredaran narkoba. Pasalnya, para pelajar kerap dijadikan sasaran karena mudah tergiur iming-iming uang dalam jumlah besar.

“Yang jelas pengedarnya harus ditangkap dan ditelusuri. Itu penting karena kita harus tahu siapa yang berada di belakang mereka,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Ia mengungkapkan, kasus yang baru terungkap menunjukkan pelajar tersebut bukan hanya sebagai pengguna, melainkan berperan sebagai kurir narkoba. Kondisi itu dinilai lebih mengkhawatirkan karena menunjukkan adanya keterlibatan dalam jaringan peredaran.

Untuk mencegah kasus serupa terulang, Politisi PKB ini meminta seluruh pihak mulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.

Ia berharap sekolah dapat secara rutin memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada siswa, misalnya melalui penyampaian pesan-pesan pencegahan saat apel setiap pekan.

“Minimal setiap hari Senin saat apel disampaikan bahwa narkoba itu berbahaya bagi pelajar. Edukasi seperti itu harus terus dilakukan,” katanya.

Selain itu, Yusuf juga mendorong pelaksanaan tes urine secara berkala di sekolah sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.

Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sebelum kasus berkembang lebih jauh. Sebab selama ini banyak kasus baru diketahui setelah pelaku tertangkap aparat.

Lebih lanjut, Yusuf menilai berbagai persoalan yang menjerat kalangan pelajar, termasuk penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas hingga persoalan seksual, membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Ia mendorong adanya kolaborasi dengan tokoh agama dan lembaga keagamaan untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peran utama tetap berada di tangan orang tua. Sebab sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan keluarga dibandingkan di sekolah.

“Intinya pengawasan orang tua sangat penting. Waktu anak lebih banyak di rumah daripada di sekolah. Karena itu keluarga, sekolah dan lingkungan harus bersama-sama mengawasi pergaulan anak-anak kita,” pungkasnya.