Home Bontang 261 Anak di Bontang Lestari Jadi Sasaran Program BESTARI

261 Anak di Bontang Lestari Jadi Sasaran Program BESTARI

Rapat koordinasi Program BESTARI (Bersama Orang Tua Asuh Atasi Stunting di Kelurahan Bontang Lestari) yang diselenggarakan Bapperida Bontang
Rapat koordinasi Program BESTARI (Bersama Orang Tua Asuh Atasi Stunting di Kelurahan Bontang Lestari) yang diselenggarakan Bapperida Bontang

BONTANG – Sebanyak 261 anak di Kelurahan Bontang Lestari menjadi sasaran Program BESTARI (Bersama Orang Tua Asuh Atasi Stunting di Kelurahan Bontang Lestari) yang disiapkan Pemerintah Kota Bontang.

Berdasarkan pemetaan sasaran program, jumlah tersebut terdiri dari 108 anak dengan kondisi stunting, 110 anak mengalami underweight atau berat badan kurang, serta 43 anak mengalami wasting atau berat badan sangat kurang.

Data inilah yang menjadi dasar Pemkot Bontang dalam menyiapkan intervensi gizi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Persiapan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, Selasa 20 Oktober 2026.

Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki, serta pihak terkait.

Syahruddim menyebut, program BESTARI dirancang untuk memperkuat penanganan masalah gizi anak melalui keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) sebagai orang tua asuh.

Syahruddin, menyebut keterlibatan orang tua asuh perlu diikuti komunikasi yang baik dengan keluarga penerima manfaat agar intervensi yang diberikan sesuai kebutuhan anak.

“Pendampingan keluarga menjadi bagian penting karena perbaikan gizi tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu pemantauan rutin dan keterlibatan semua pihak,” katanya.

Adapun intervensi yang disiapkan tidak hanya berupa dukungan makanan tambahan, tetapi juga pendampingan keluarga dan pemantauan perkembangan anak.

Dalam materi program, anak dengan kondisi underweight dan wasting menjadi sasaran dukungan makanan tambahan lokal dan sumber protein, termasuk telur.

Sementara itu, intervensi bagi anak dengan kondisi stunting akan disesuaikan dengan kebutuhan, disertai pendampingan pola konsumsi dan perilaku hidup sehat.

Program ini juga memperhatikan sejumlah faktor risiko stunting, mulai dari pola asuh, akses air bersih dan sanitasi, riwayat ASI eksklusif, berat badan lahir rendah, hingga akses imunisasi dan jaminan kesehatan.

Pemantauan direncanakan melalui pencatatan harian, penimbangan berkala, evaluasi, serta laporan bulanan. Mekanisme tersebut diharapkan membantu pelaksana melihat perkembangan anak dan menyesuaikan dukungan jika diperlukan.

Ia juga menegaskan melalui BESTARI, Pemkot Bontang berupaya memperkuat penanganan masalah gizi anak di Bontang Lestari dengan menggabungkan intervensi gizi dan pendampingan keluarga secara berkelanjutan.(adv)