Home Bontang Pemkot Bontang Matangkan RAD Pangan dan Gizi lewat Sumber Daya Lokal

Pemkot Bontang Matangkan RAD Pangan dan Gizi lewat Sumber Daya Lokal

Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agetha (foto:ist)
Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agetha (foto:ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang mulai menyusun Rencana Aksi Daerah terkait Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PG BPSDL).

Hal tersebut dilakukan lewat koordinasi dan konsultasi teknis bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Rabu 12 Agustus 2026.

Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agetha, memimpin rapat ini.

Noni menyebut target dan rencana aksi yang nantinya dituangkan dalam dokumen harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan arah pembangunan daerah.

Dengan begitu, RAD-PG BPSDL tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat menjadi instrumen yang memperkuat pelaksanaan pembangunan pangan dan gizi secara terintegrasi.

Karena itu, kata Noni, penting untuk menjaga agar penyusunan RAD-PG BPSDL tetap berada dalam koridor kebijakan pembangunan Kota Bontang, khususnya yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

“Penyusunan RAD-PG BPSDL harus tetap berada dalam koridor kebijakan pembangunan daerah, sehingga setiap target dan aksi yang dirumuskan benar-benar mendukung prioritas pembangunan Kota Bontang,” ujar Noni.

Duketahui, agenda ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom bersama Pemprov Kaltim.

Kata Noni, Koordinasi bersama Pemprov Kaltim menjadi kesempatan Bapperida memperoleh gambaran mengenai perkembangan penyusunan RAD-PG di tingkat provinsi, termasuk kesiapan kelembagaan dan pedoman yang akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah.

Menurutnya ketahanan pangan dan gizi tidak lahir dari satu kebijakan, apalagi dari satu sektor.

“Ia tumbuh dari sinergi, perencanaan yang tepat, dan aksi yang benar-benar berpijak pada potensi daerah,” tandasnya. (Adv)