
BONTANG – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang mendorong seluruh pegawai untuk membangun budaya inovasi melalui perbaikan kegiatan kerja sehari-hari.
Hal itu disampaikan Sekretaris Bapperida Kota Bontang, Ilham Wahyudi, saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Inovasi di kantor Bapperida, Kamis 11 Juni 2026.
Kata Ilham, inovasi tidak harus selalu diwujudkan dalam program besar. Perubahan sederhana yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja organisasi juga dapat dikategorikan sebagai inovasi.
“Bapperida menjadi perangkat daerah yang mengawal inovasi di OPD lain. Karena itu, budaya inovasi juga harus tumbuh di internal Bapperida sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, banyak inovasi yang sebenarnya telah dilakukan di lingkungan kerja, namun belum terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, berbagai upaya perbaikan tersebut tidak dapat diukur maupun dikembangkan lebih lanjut.
Sebab itu, melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan inovasi ini, pegawai didorong untuk mulai mengidentifikasi berbagai terobosan yang telah dilakukan serta menyiapkan dokumen pendukung sejak tahap awal.
Ilham menjelaskan, tantangan pengembangan inovasi selama ini bukan semata-mata pada minimnya ide.
Persoalan yang kerap muncul justru berkaitan dengan penyusunan eviden, administrasi, dan pendokumentasian kegiatan.
“Inovasi jangan dianggap sebagai beban. Yang terpenting adalah manfaatnya bagi organisasi dan masyarakat. Penghargaan atau penilaian yang baik hanyalah dampak dari inovasi yang dijalankan dengan benar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kota Bontang, Ade Darmawan, menekankan pentingnya pendampingan dalam proses pengembangan inovasi perangkat daerah.
Menurutnya, pendampingan diperlukan agar setiap inovasi yang muncul tidak berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat disusun secara sistematis dan memenuhi indikator penilaian yang ditetapkan.
“Melalui pendampingan, perangkat daerah bisa lebih mudah menyiapkan data, eviden, dan tahapan inovasi sehingga proses pengembangannya lebih terarah,” kata Ade.
Kata Ade, dengan inovasi, pelayanan pemerintah diharapkan semakin efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Adv)











