Home Bontang Pembahasan Raperda Kerap Berulang, Heri Keswanto Minta Tim Tidak Berganti-ganti

Pembahasan Raperda Kerap Berulang, Heri Keswanto Minta Tim Tidak Berganti-ganti

Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswant. (dok: koranseruya)
Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswant. (dok: koranseruya)

BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, meminta Pemerintah Kota Bontang menjaga konsistensi personel yang ditugaskan dalam Tim Perencanaan Peraturan Daerah. Menurutnya, pergantian anggota tim saat pembahasan berlangsung kerap menghambat efektivitas dan memperlambat proses penyusunan regulasi.

Hal tersebut disampaikan Heri saat rapat paripurna terkait tanggapan fraksi atas pendapat Wali Kota Bontang terhadap dua raperda prakarsa DPRD Tahun 2026.

Ia mengatakan, perubahan personel yang hadir dalam setiap tahapan pembahasan membuat proses diskusi harus diulang dari awal. Kondisi itu dinilai kurang efektif karena anggota yang baru hadir belum memahami keseluruhan substansi yang telah dibahas sebelumnya.

“Kami mohon izin kepada Ibu Wali Kota agar yang ditunjuk dalam tim perencanaan peraturan daerah tidak berubah-ubah. Karena pembahasan kadang harus berulang ketika yang datang berbeda-beda pada setiap pertemuan,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Politikus Gerindra itu menilai konsistensi kehadiran anggota tim sangat penting agar pembahasan berjalan fokus dan menghasilkan keputusan yang lebih cepat. Menurutnya, setiap personel yang ditunjuk harus mengikuti proses sejak awal hingga akhir agar memahami konteks dan perkembangan materi yang dibahas.

Selain itu, Heri juga menyoroti pelaksanaan kunjungan kerja yang dilakukan dalam rangka pendalaman materi raperda. Ia berharap peserta yang mengikuti kunjungan kerja merupakan pihak yang benar-benar terlibat dalam pembahasan.

Lebih lanjut, ia berharap masukan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar proses penyusunan peraturan daerah dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan menghasilkan regulasi yang berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat.

“Ketika melakukan kunjungan kerja ke luar daerah, yang berangkat sebaiknya juga orang-orang yang membahas. Jangan sampai berbeda, karena akhirnya tidak fokus dalam pembahasan,” katanya.(Adv)