Samarinda – Komisi IV DPRD Kaltim menegaskan bahwa rencana pendirian empat SMA baru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) harus melalui kajian teknis yang komprehensif sebelum direalisasikan.
Langkah ini diperlukan agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut.
Empat titik yang diusulkan berada di Muara Wis, Muara Muntai, Kota Bangun, dan Muara Kayu. Beberapa di antaranya sudah menjalankan kegiatan belajar sebagai sekolah filial, sementara lainnya berdiri di atas lahan hibah dari masyarakat.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menjelaskan bahwa sejumlah sekolah di daerah tersebut selama ini beroperasi sebagai kelas jauh atau di bawah yayasan, namun belum dapat menerima siswa baru karena belum berstatus sekolah negeri.
“Proses belajar tetap jalan, tetapi statusnya masih filial. Ada juga yayasan yang siap menyerahkan asetnya agar bisa dinegerikan,” ujar Darlis.
Ia menekankan pentingnya kejelasan terkait lahan, legalitas aset, hingga kesiapan sarana prasarana sebelum pemerintah menetapkan pembangunan sekolah. Hal ini untuk menghindari munculnya masalah hukum maupun hambatan operasional ke depan.
Selain itu, pemerintah diminta memperhitungkan jumlah calon siswa dan ketersediaan guru. Menurut Darlis, analisis tersebut penting agar sekolah tidak kekurangan pendidik atau sepi peminat.
“Jangan sampai gedungnya dibangun tapi gurunya tidak ada, atau siswanya minim. Apalagi kondisi anggaran sekarang sedang ketat,” jelasnya.
Saat ini, tiga sekolah masih berstatus filial dan satu lainnya merupakan sekolah swasta. Meski kegiatan belajar berlangsung, status negeri belum dapat diberikan sebelum penilaian pemerintah selesai.
Darlis menambahkan, karena APBD 2026 sudah disahkan, pembangunan empat SMA tersebut belum bisa diakomodasi pada tahun anggaran tersebut. Peluang anggaran baru akan terbuka pada 2027 setelah kajian Disdikbud rampung.
“Kukar perlu peta kebutuhan pendidikan yang jelas agar kita tahu sekolah mana yang harus dinegerikan dan mana yang perlu dibangun dari awal,” pungkasnya. (AL/Adv/DPRDKaltim)












