KALTIMKORANSERUYA – Insiden longsor yang terjadi di pintu keluar terowongan baru Samarinda mendapat perhatian serius dari DPRD Kalimantan Timur. Subandi, anggota Komisi III DPRD Kaltim, mendesak Pemerintah Kota Samarinda segera melakukan penanganan cepat demi keselamatan pengguna jalan.
“Meski longsor hanya tampak di permukaan, penanganan tidak boleh ditunda. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat,” ujar Subandi, Senin (26/5/25).
Walaupun belum melakukan inspeksi langsung, Subandi meminta Pemkot untuk segera mengambil langkah strategis dan menyeluruh, termasuk pengecekan potensi longsor susulan di sekitar terowongan.
“Pemeriksaan intensif harus dilakukan di titik-titik rawan supaya tidak ada risiko yang terlewatkan,” lanjutnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan sistem deteksi dini dan struktur fisik terowongan agar infrastruktur publik ini tahan terhadap bencana alam.
“Penanganan harus bersifat preventif, bukan hanya reaktif saat masalah sudah muncul,” tegasnya.
Subandi berjanji akan terus memantau proses perbaikan dan memastikan transparansi serta kepentingan keselamatan warga selalu diutamakan.
“Infrastruktur adalah soal jaminan rasa aman warga. Pemerintah dan legislatif harus bersinergi untuk menjaga hal itu,” pungkasnya.
RF (ADV DPRD KALTIM)












