Home Samarinda Menjaga Tradisi di Tengah Kemajuan, Seruan DPRD Kaltim untuk IKN

Menjaga Tradisi di Tengah Kemajuan, Seruan DPRD Kaltim untuk IKN

Subandi, anggota DPRD Kalimantan Timur. (Dok: koranseruya)

KALTIMKORANSERUYA – Subandi, anggota DPRD Kalimantan Timur, menyuarakan pentingnya mengedepankan kepentingan masyarakat adat dalam proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menilai bahwa kelompok ini bukan hanya warisan budaya Kalimantan Timur, tetapi juga mitra penting dalam menjaga keberlangsungan wilayah tersebut.

Subandi menyoroti peran strategis masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan alam dan kelestarian budaya. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari penghargaan terhadap hak-hak dasar mereka, termasuk pengelolaan lahan adat dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan terkait sumber daya alam.

“Pemerintah perlu mengubah pendekatan pembangunan agar tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan budaya. Masyarakat adat adalah penjaga nilai-nilai yang tidak tergantikan,” ungkapnya, Senin (5/5/25).

Ia mengingatkan, mengesampingkan peran masyarakat adat dalam pembangunan bisa berdampak pada hilangnya kearifan lokal yang selama ini menjadi benteng ekologis Kalimantan Timur. Oleh karena itu, keterlibatan aktif mereka dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek IKN sangat krusial.

“Tradisi dan pengetahuan lokal yang mereka miliki adalah aset dalam menjaga ekosistem. Tanpa kontribusi mereka, pembangunan akan kehilangan dimensi penting dalam keberlanjutan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif memerlukan ruang dialog yang terbuka dan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial.

Subandi mengajak semua pemangku kepentingan untuk melihat masyarakat adat bukan sebagai kelompok yang terpisah, melainkan sebagai bagian integral dari masa depan IKN.

Lebih lanjut, Subandi mendorong agar dibuat regulasi yang berpihak pada perlindungan tanah adat serta memastikan bahwa suara masyarakat adat terdengar dalam setiap proses perencanaan pembangunan. Ia menegaskan bahwa DPRD Kaltim siap untuk terus mengawal hal ini.

“Indikator keberhasilan IKN bukan hanya bangunan megah, tetapi seberapa jauh masyarakat adat dapat tumbuh dan berkembang bersama kemajuan yang diciptakan,” katanya.

Diakhir, Subandi menyatakan harapannya agar pembangunan IKN mampu mencerminkan keselarasan antara kemajuan dan pelestarian identitas lokal.

“DPRD Kaltim, akan tetap berdiri bersama masyarakat adat demi pembangunan yang berkeadilan dan menyeluruh,” pungkasnya.

RF (ADV DPRD KALTIM)