Home Headline News Perumdam Kutim Siaga Hadapi El Nino, Warga Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Perumdam Kutim Siaga Hadapi El Nino, Warga Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Potensi krisis air bersih mulai diwaspadai di Kabupaten Kutai Timur menyusul prediksi fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Menghadapi ancaman musim kemarau panjang tersebut, Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutim menetapkan status siaga dan memperkuat sistem produksi air.
Potensi krisis air bersih mulai diwaspadai di Kabupaten Kutai Timur menyusul prediksi fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Menghadapi ancaman musim kemarau panjang tersebut, Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutim menetapkan status siaga dan memperkuat sistem produksi air.

Kutim – Potensi krisis air bersih mulai diwaspadai di Kabupaten Kutai Timur menyusul prediksi fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Menghadapi ancaman musim kemarau panjang tersebut, Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutim menetapkan status siaga dan memperkuat sistem produksi air.

Langkah antisipasi dilakukan setelah debit air baku di sejumlah wilayah layanan mulai mengalami penurunan. Jika tidak ditangani sejak awal, kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu distribusi air bersih kepada pelanggan.

Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, mengatakan pihaknya telah mengoptimalkan fasilitas produksi, termasuk mengoperasikan pompa tambahan serta melakukan pembenahan infrastruktur intake.

“Saat ini tiga unit pompa di intake baru sudah beroperasi. Masing-masing berdaya 56 kW untuk meningkatkan kapasitas pengambilan air baku,” ujarnya saat meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Debit air yang sebelumnya berada di angka 185 liter per detik kini meningkat menjadi 339 liter per detik, setelah pompa di intake lama kembali difungsikan seiring naiknya elevasi air sungai.

Selain meningkatkan produksi, Perumdam juga menerapkan strategi pemantauan pola pasang surut air guna menentukan waktu paling efektif untuk pengambilan air baku.

Di sisi lain, tekanan terhadap layanan mulai dirasakan di beberapa wilayah. Direktur Teknik Perumdam Kutim, Galuh Boyo Munanto, menyebut daerah Kaliorang dan Sangkulirang menjadi kawasan pertama yang mengalami penyusutan debit air. Kondisi serupa diperkirakan dapat meluas ke Bengalon dan kecamatan lainnya.

“Kami terus memantau level air sungai di setiap intake. Penurunan debit mulai terasa dan kami bergerak cepat mengantisipasi dampaknya ke wilayah lain,” jelasnya.

Untuk menghadapi fenomena El Nino yang disebut cukup ekstrem, Perumdam menerapkan tiga strategi utama, yakni optimalisasi produksi, percepatan penanganan kebocoran pipa, dan penguatan koordinasi antarunit operasional.

Perumdam juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga ketersediaan air dengan cara menghemat pemakaian, menyiapkan cadangan air di rumah, serta segera melaporkan kebocoran jaringan.

“Kami berupaya maksimal menjaga pelayanan di tengah cuaca ekstrem. Kami berharap dukungan masyarakat agar distribusi air tetap berjalan baik,” pungkas Galuh.(*)