BONTANG – Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kota Bontang menyiapkan pembenahan basis data UMKM sebagai langkah awal memperkuat pembinaan pada 2027.
Kepala DKUMPP Bontang Eko Arisandi mengatakan, data UMKM saat ini tidak hanya berada di satu perangkat daerah. Data pelaku usaha juga tersebar di sejumlah instansi yang memiliki program pembinaan UMKM.
“Data UMKM tidak hanya di kita, di DKUMPP, tapi juga perangkat daerah yang mempunyai tugas terkait pembinaan UMKM,” kata Eko saat ditemui di ruangannya, Senin 21 September 2026.
Ia menyebut sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Dispopar, perikanan, hingga kecamatan dan kelurahan juga memiliki data pelaku usaha yang perlu disinkronkan.
Menurut Eko, penyatuan data ini penting untuk pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi UMKM di Bontang.
Data itu nantinya akan dipetakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Dengan begitu, pola pendampingan tidak diberikan secara seragam.
“Jadi kita coba satukan, fix data dulu. Kemudian kita mapping, kita petakan. Dari situ baru kita menyusun rencananya seperti apa,” ujarnya.
Eko menjelaskan, terdapat UMKM yang sudah berkembang dan membutuhkan pendampingan untuk memperluas pasar.
Di sisi lain, masih ada pelaku usaha yang berada pada tahap awal dan membutuhkan bentuk pendampingan berbeda.
“Jadi tentu pendampingan kita berbeda, dan ini yang kita data dulu mana-mana saja,” katanya.
Pembenahan data itu ditargetkan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan UMKM Bontang pada 2027 mendatang. (Adv)













