Home Headline News Buaya Muncul di Depan TK Saat Anak Pulang, Relawan Bergerak Cepat

Buaya Muncul di Depan TK Saat Anak Pulang, Relawan Bergerak Cepat

Anak buaya sepanjang sekitar 80 cm berhasil diamankan relawan pemuda siaga bencana KNPI Kutai Timur di depan TK Negeri Pembina, Sangatta Utara.(Dok: ist)
Anak buaya sepanjang sekitar 80 cm berhasil diamankan relawan pemuda siaga bencana KNPI Kutai Timur di depan TK Negeri Pembina, Sangatta Utara.(Dok: ist)


‎Kutim – Kepanikan sempat terjadi di lingkungan TK Negeri Pembina, Jalan APT Pranoto, Kecamatan Sangatta Utara, saat seekor anak buaya terlihat di parit depan gerbang sekolah, bertepatan dengan jam pulang siswa, Rabu  22 April 2026. dikutip oleh expresi.co

‎Keberadaan reptil tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah yang melihat buaya sedang berjemur di area parit. Situasi itu dinilai berbahaya karena berada di jalur aktivitas anak-anak.

‎Anak buaya yang diperkirakan berusia sekitar enam bulan dengan panjang kurang lebih 80 sentimeter itu kemudian dilaporkan ke petugas terkait.

‎Salah satu anggota pemuda relawan siaga bencana KNPI Kutim, Agus Kurniady, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari penjaga sekolah.

‎“Penjaga TK melihat buaya sedang berjemur diparet pas di depan gerbang TK Negeri Pembina. Bersamaan dengan jam pulang anak sekolah,” ungkapnya, di Sangatta, Kamis 23 April 2026.

‎Setelah tiba di lokasi, Agus bersama tim relawan segera melakukan pengecekan dan memastikan posisi buaya berada di parit depan sekolah. Proses evakuasi pun langsung dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana.

‎Dalam waktu sekitar 30 menit, anak buaya tersebut berhasil diamankan menggunakan tali kecil dan sarung tangan.

‎“Khawatir jika dibiarkan akan membesar, jadi kami mencoba mengevakuasi langsung dengan peralatan yg ada. Kurang lebih 30 menit proses evakuasinya,” jelasnya.

‎Usai diamankan, buaya tersebut kemudian dibawa ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kutai Timur. Selanjutnya, hewan itu akan diserahkan ke pihak terkait untuk ditempatkan di lokasi konservasi.(*)