Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, mendorong Dinas Kesehatan Kaltim untuk memperluas edukasi HIV karena tingkat pemahaman masyarakat dinilai masih rendah dan rentan menimbulkan kesalahpahaman.
Fuad menuturkan, selama ini Komisi IV telah berupaya mendorong peningkatan penyuluhan, namun materi yang disampaikan perlu dibuat lebih fokus agar menjangkau kelompok berisiko tinggi.
“Informasinya harus sesuai kebutuhan masyarakat, bukan hanya bersifat umum,” kata Fuad.
Menurutnya, pola edukasi perlu mengikuti perkembangan sosial dan perubahan gaya hidup masyarakat. Ia menilai pemahaman yang benar mampu menekan stigma sekaligus membantu masyarakat memahami risiko HIV secara lebih nyata.
Selain edukasi, Fuad menekankan pentingnya memperkuat deteksi dini di seluruh daerah. Langkah ini, kata dia, menjadi kunci untuk mencegah penyebaran kasus yang lebih luas.
“Deteksi dini harus menjadi prioritas agar penyebaran bisa ditangani sejak awal,” tegasnya.
Fuad juga mengingatkan bahwa peningkatan kasus pada kalangan muda perlu mendapatkan perhatian khusus. Menurutnya, pendekatan yang diberikan kepada generasi muda harus lebih intens dan disesuaikan dengan karakter mereka.
“Banyak kasus muncul akibat pergaulan yang tidak sehat,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih serius melalui edukasi masif dan deteksi dini yang lebih optimal, sehingga kekhawatiran masyarakat, terutama para orang tua, bisa berkurang.
“Kita ingin keresahan masyarakat ditekan dengan langkah pencegahan yang nyata,” tutupnya. (AL/Adv/DPRDKaltim)











