BONTANG – Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kota Bontang mulai mendorong produk UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Kepala DKUMPP Bontang Eko Arisandi mengatakan, perluasan pasar menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pengembangan UMKM.
Katanya, peningkatan kualitas produk harus diikuti kemampuan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Salah satu cara yang akan diperkuat adalah melalui business matching, yaitu mempertemukan produsen atau pelaku usaha dengan calon pembeli.
Eko mengatakan, kegiatan serupa telah dilakukan pada 2026. Sejumlah calon pembeli dari luar negeri, termasuk Australia dan Malaysia, disebut telah terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Tahun ini sudah kita lakukan. Kemarin itu juga ada dari Australia, kemudian juga ada pembeli dari Malaysia,” kata Eko saat ditemui di ruangannya, Senin 21 September 2026.
Program business matching tersebut rencananya kembali dimanfaatkan pada 2027 untuk membuka peluang pasar bagi produk UMKM Bontang.
Menurut Eko, perluasan pasar menjadi penting karena produk yang memiliki kualitas baik belum tentu berkembang apabila tidak memiliki akses pemasaran.
“Produk kita bagus tapi enggak bisa jual ya percuma. Salah satunya kita nanti ekspor. Kita menguatkan itu di ekspor,” ujarnya.
Ia mengatakan strategi tersebut sejalan dengan upaya transformasi ekonomi melalui diversifikasi produk dan hilirisasi.
Selain memperluas pasar domestik, DKUMPP ingin mendorong sebagian produk UMKM Bontang memiliki kemampuan untuk masuk ke pasar luar negeri.
Upaya tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pembenahan data, peningkatan proses produksi, serta penguatan ekosistem UMKM melalui kolaborasi dengan pemerintah, perusahaan dan berbagai pihak lainnya. (Adv)













