Home Bontang DPRD Bontang Soroti Skema Guru Pengganti, Minta Ada Kepastian Kontrak dan Prioritas...

DPRD Bontang Soroti Skema Guru Pengganti, Minta Ada Kepastian Kontrak dan Prioritas CPNS

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan. (dok: koranseruya)
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan. (dok: koranseruya)

BONTANG – Skema perekrutan guru pengganti yang dilakukan Pemerintah Kota Bontang untuk menutup kekosongan akibat pensiun mendapat perhatian dari DPRD.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, menilai langkah tersebut penting, namun harus dibarengi dengan kejelasan kebijakan jangka panjang.

Menurut Ubayya, kebijakan guru pengganti merupakan solusi sementara di tengah keterbatasan rekrutmen tenaga honorer baru dan belum adanya pengangkatan CPNS maupun PPPK dalam waktu dekat.

“Ya ini memang harus ada gerakan yang dilakukan oleh pemerintah. Salah satu yang paling penting adalah bagaimana mengatasi krisis guru,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga pendidik akan terus muncul setiap tahun seiring adanya guru yang memasuki masa pensiun. Karena itu, skema guru pengganti dinilai sebagai langkah taktis, namun tetap perlu perencanaan matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.

“Ini kan sifatnya kontrak. Nah, yang kita lihat perlu ada kepastian, misalnya berapa lama masa kontraknya. Jangan sampai di tengah jalan ada perubahan kebijakan yang membuat kekosongan kembali terjadi,” katanya.

Ubayya juga menyoroti potensi terjadinya kekurangan guru berulang jika di waktu yang sama pemerintah membuka seleksi di daerah lain. Kondisi itu bisa memicu tenaga guru pengganti berpindah, sehingga sekolah kembali mengalami kekosongan.

“Misalnya di 2026 ada daerah lain buka penerimaan, ini bisa saja terjadi lagi kekosongan. Hal-hal seperti ini harus dipikirkan juga,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah memberikan kepastian masa depan bagi para guru pengganti, salah satunya dengan memberikan peluang prioritas dalam seleksi CPNS maupun PPPK ke depan.

Ubayya menegaskan, tanpa kebijakan berkelanjutan, persoalan kekurangan guru akan terus berulang setiap tahun. Oleh karena itu, ia meminta Pemkot Bontang tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga menyiapkan langkah strategis untuk pemenuhan tenaga pendidik secara berkelanjutan.

“Artinya ada jangka ke depan. Misalnya diprioritaskan untuk mengisi nantinya slot CPNS dan sebagainya, supaya mereka juga punya kepastian,” jelasnya.(Adv)